260b84a8472dbd906a62901371abaaeb
By: 22 01-09-2026

Ketua TP PKK Kota Bekasi Buka Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Yatsir

KOTA BEKASI — Ketua TP PKK Kota Bekasi sekaligus Ketua Majelis Taklim Nurul Fathia, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, membuka kegiatan Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Yatsir yang digelar di Masjid Agung Al Barkah, Kota Bekasi, Selasa (1/9/2026).

Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 September 2026, dan diikuti oleh Pokja I TP PKK Kota Bekasi serta perwakilan dari setiap kecamatan di Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya dalam mempelajari dan memahami terjemahannya melalui metode Yatsir. Para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu selama pelatihan, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengatakan, ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut hendaknya tidak berhenti pada diri sendiri. Menurutnya, setiap ilmu yang dipelajari memiliki tanggung jawab untuk diamalkan sekaligus dibagikan kepada orang lain.

“Kita belajar bukan hanya untuk diri kita sendiri. Ketika Allah memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan ilmu, maka ada tanggung jawab di dalamnya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu tersebut. Terlebih ilmu Al-Qur’an, karena ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meneruskan dan menyebarkan warisan Rasulullah SAW,” ujar Wiwiek.

Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas syiar pembelajaran Al-Qur’an di Kota Bekasi. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak yang turut mengenalkan dan mensyiarkan metode Yatsir di lingkungan masing-masing.

“InsyaAllah, setelah pelatihan ini akan kita lanjutkan dengan safari ke seluruh kecamatan. Jadi ilmu yang didapat di sini tidak berhenti hanya kepada peserta, tetapi bisa terus disampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Wiwiek juga mengajak seluruh peserta untuk memiliki semangat berbagi ilmu. Menurutnya, menyebarkan ilmu merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dapat memberikan manfaat lebih luas dan menjadi bagian dari amal yang terus mengalir.

“Tugas kita adalah belajar, mengamalkan, kemudian menyampaikan. Jangan sampai ilmu yang sudah kita dapat hanya berhenti pada diri kita. Semoga melalui kegiatan ini semakin banyak masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an, memahami maknanya, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan terbentuk kader-kader yang mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan pembelajaran terjemah Al-Qur’an dengan metode Yatsir di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Pelaksanaan safari ke seluruh kecamatan nantinya juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, memahami, dan mendalami Al-Qur’an.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat Kota Bekasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya dalam membaca, tetapi juga memahami kandungan dan maknanya untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
(Fieq/Dokpim)

Pemkot Bekasi Terjemah Al-Qur'an Ketua TP PKK Metode Yatsir